TANYA JAWAB & MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI LARYNGECTOMEES / PENDERITA TUNA LARING
I. MASALAH-MASALAH PERAWATAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SETELAH OPERASI
TANYA 1: Sebulan yang lalu saya menjalani Pembedahan Laryngectomy dan saya kuatir masa depan saya sebab sekarang saya tidak bersuara lagi.
JAWAB 1: Anda jangan putus asa dan jangan sekali merasa rendah diri dalam masyarakat. Anda mesti bertekad untuk mempelajari dan berlatih untuk memperoleh “Suara Esofagus”. Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku “Ditemukannya Suara Kedua” yang ditulis oleh Encik Shigehara, Presiden Guinrei-Kai. Saya berpendapat bahwa isi buku tersebut mencerminkan perasaan semua Laryngectomees / Penderita Tuna Laring.
BERIKUT ADALAH PETIKAN DARI BUKU TERSEBUT:
Setelah pulih dari operasi saya mencoba untuk berbicara sendiri tetapi suara saya tidak keluar. Karena tidak boleh berkomunikasi, saya terpaksa membawa isteri saya bersama sebagai perantara kemanapun saya pergi. Saya juga bimbang tidak dapat bersuara meminta pertolongan jika terjadi kecelakaan maupun musibah. Saya benar-benar sudah pasrah dan yakin bahwa saya tidak dapat hidup lagi seperti manusia normal lainnya. Kemudian saya mulai berlatih, mula-mula saya menggunakan alat tenggorokan buatan model “Tapia-Whistle” (pluit). Alat ini tidak praktis karena jika kita tidak memasukkannya ke dalam mulut, kita tidak dapat bersuara. Sedangkan ada kalanya kita ingin segera berbicara, dan tidak sempat lagi mengeluarkannya dari dalam tas atau kantong baju dan memasukkannya ke mulut. Selain itu saya merasa segan memakainya di8 depan orang lain, kecuali di depan anggota keluarga atau teman-teman dekat. Lebih celakanya lagi, saya merasa betapa menyedihkannya keadaan saya ini, karena harus memakai alat bantu seperti ini.
Ada orang yang mengusulkan, jika anda tidak dapat berbicara, berkomunikasilah dengan tulisan. Tetapi jangan lupa, bahwa dengan menulis, anda hanya dapat menyampaikan kira-kira sepersepuluh dari apa yang ingin anda sampaikan dengan bahasa lisan.
Yang terpenting, setelah kondisi fisik anda pulih kembali setelah operasi, B E R U S A H A lah semaksimal mungkin untuk rehabilitasi, dengan belajar dan berlatih agar dapat berbicara lagi.
Untuk rehabilitasi tersebut, ada 3 cara, yaitu dengan alat tenggorokan buatan model pluit, seperti yang disebutkan di atas, dengan alat ucap elektronik, dan dengan berlatih untuk mengeluarkan suara dengan bantuan saluran pencernaan. Dan saya menganjurkan dengan dangat agar anda memilih cara yang terakhir ini.
Yang anda lakukan dengan cara ini antara lain menelan atau menghirup udara melalui mulut ataupun hidung, dan menahannya pada ujung atas saluran pencernaan. Kemudian dengan hentakan pada bagian perut (mengencangkan perut), udara tersebut dialirkan kembali untuk menggetarkan ujung atas saluran pencernaan, sehingga menghasilkan suara (seperti ketika kita keselek). Cara ini sangat efektif, karena dengan cara ini, kita akan dapat berbicara tanpa bantuan alat apapun. Dan dengan cara (metode) ini, para penderita akan dapat kembali aktif dalam masyarakat. Selain itu para penderita juga akan dapat menolak sebutan “Penyandang Cacat” serta dapat kembali ke tempat kerja semula.
Sebaiknya anda menghadiri kelas-kelas latihan dan berlatih bersama para penderita lainnya (Untuk Malang dapat menghubungi DARMONO : 62-341-810 35 28), daripada berlatih sendiri. Karena dengan berlatih bersama, tekanan batin pada diri anda akan berkurang dan anda akan memperoleh teman-teman senasib dan sependeritaan, sehingga dapat saling memberi dorongan semangat. Anda juga disarankan agar memulai latihan selekas mungkin. Karena hanya dengan itulah, anda dapat memulai kehidupan baru yang bahagia.
TANYA 2 Baca entri selengkapnya »




