TANYA JAWAB & MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI LARYNGECTOMEES / PENDERITA TUNA LARING
I. MASALAH-MASALAH PERAWATAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SETELAH OPERASI
TANYA 1: Sebulan yang lalu saya menjalani Pembedahan Laryngectomy dan saya kuatir masa depan saya sebab sekarang saya tidak bersuara lagi.
JAWAB 1: Anda jangan putus asa dan jangan sekali merasa rendah diri dalam masyarakat. Anda mesti bertekad untuk mempelajari dan berlatih untuk memperoleh “Suara Esofagus”. Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku “Ditemukannya Suara Kedua” yang ditulis oleh Encik Shigehara, Presiden Guinrei-Kai. Saya berpendapat bahwa isi buku tersebut mencerminkan perasaan semua Laryngectomees / Penderita Tuna Laring.
BERIKUT ADALAH PETIKAN DARI BUKU TERSEBUT:
Setelah pulih dari operasi saya mencoba untuk berbicara sendiri tetapi suara saya tidak keluar. Karena tidak boleh berkomunikasi, saya terpaksa membawa isteri saya bersama sebagai perantara kemanapun saya pergi. Saya juga bimbang tidak dapat bersuara meminta pertolongan jika terjadi kecelakaan maupun musibah. Saya benar-benar sudah pasrah dan yakin bahwa saya tidak dapat hidup lagi seperti manusia normal lainnya. Kemudian saya mulai berlatih, mula-mula saya menggunakan alat tenggorokan buatan model “Tapia-Whistle” (pluit). Alat ini tidak praktis karena jika kita tidak memasukkannya ke dalam mulut, kita tidak dapat bersuara. Sedangkan ada kalanya kita ingin segera berbicara, dan tidak sempat lagi mengeluarkannya dari dalam tas atau kantong baju dan memasukkannya ke mulut. Selain itu saya merasa segan memakainya di8 depan orang lain, kecuali di depan anggota keluarga atau teman-teman dekat. Lebih celakanya lagi, saya merasa betapa menyedihkannya keadaan saya ini, karena harus memakai alat bantu seperti ini.
Ada orang yang mengusulkan, jika anda tidak dapat berbicara, berkomunikasilah dengan tulisan. Tetapi jangan lupa, bahwa dengan menulis, anda hanya dapat menyampaikan kira-kira sepersepuluh dari apa yang ingin anda sampaikan dengan bahasa lisan.
Yang terpenting, setelah kondisi fisik anda pulih kembali setelah operasi, B E R U S A H A lah semaksimal mungkin untuk rehabilitasi, dengan belajar dan berlatih agar dapat berbicara lagi.
Untuk rehabilitasi tersebut, ada 3 cara, yaitu dengan alat tenggorokan buatan model pluit, seperti yang disebutkan di atas, dengan alat ucap elektronik, dan dengan berlatih untuk mengeluarkan suara dengan bantuan saluran pencernaan. Dan saya menganjurkan dengan dangat agar anda memilih cara yang terakhir ini.
Yang anda lakukan dengan cara ini antara lain menelan atau menghirup udara melalui mulut ataupun hidung, dan menahannya pada ujung atas saluran pencernaan. Kemudian dengan hentakan pada bagian perut (mengencangkan perut), udara tersebut dialirkan kembali untuk menggetarkan ujung atas saluran pencernaan, sehingga menghasilkan suara (seperti ketika kita keselek). Cara ini sangat efektif, karena dengan cara ini, kita akan dapat berbicara tanpa bantuan alat apapun. Dan dengan cara (metode) ini, para penderita akan dapat kembali aktif dalam masyarakat. Selain itu para penderita juga akan dapat menolak sebutan “Penyandang Cacat” serta dapat kembali ke tempat kerja semula.
Sebaiknya anda menghadiri kelas-kelas latihan dan berlatih bersama para penderita lainnya (Untuk Malang dapat menghubungi DARMONO : 62-341-810 35 28), daripada berlatih sendiri. Karena dengan berlatih bersama, tekanan batin pada diri anda akan berkurang dan anda akan memperoleh teman-teman senasib dan sependeritaan, sehingga dapat saling memberi dorongan semangat. Anda juga disarankan agar memulai latihan selekas mungkin. Karena hanya dengan itulah, anda dapat memulai kehidupan baru yang bahagia.
TANYA 2
TANYA 2:Setelah operasi, kami akan bernafas melalui trakea. Kalau begitu, apakah nantinya kami tidak akan mudah masuk angin?
JAWAB 2: Antara 1 sampai 3 tahun setelah operasi, si penderita justru cenderung untuk tidak masuk angin.
10 tahun yang lalu, kami pernah mengadakan suatu angket untuk mengetahui apakah setelah operasi, si penderita cenderung masuk angin atau tidak. Dan dari hasilnya diketahui bahwa sebagaian besar dari mereka justru cenderung tidak masuk angin. Dan kecenderungan ini semakin menyolok pada mereka yang menjalani operasi antara 1 sampai 3 tahun sebelumnya. Bahkan ada satu kasus di mana seluruh anggota keluarga si penderita terkena flu, namun si penderita sendiri justru tetap sehat.
Saya mencoba menelusuri penyebabnya dari segi medis. Sebelum operasi, selaput lendir pada hidung dan tenggorokan mudah terkena infeksi oleh kuman virus. Namun, setelah operasi, organ-organ mulut, tenggorokan dan oleh karena itulah, kemungkinan untuk infeksi dan terkena flu menjadi sangat kecil.
Pada pernafasan sebelum operasi, udara yang dihirup melalui hidung disaring dan diatur suhu dan kelembabannya. Fungsi-fungsi ini tidak dapat dilakukan oleh mulut trakea. Karena itu, pada mereka yang telah menjalani operasi sering timbul gejala-gejala seperti menggumpanya dahak, sering batuk, tumbuh daging bekas luka pada sekitar mulut trakea, dan terkadang dahak keluar bercampur darah dan sebagainya.
Karena itu, untuk melindungi mulut trakea, anda dianjurkan untuk memakai perban (pelindung) leher. UNtuk melindunginya dari debu dan suhu dingin dan kelembaban. Pakailah perban tersebut 4 lapis atau lebih. dan setelah anda mampu menyesuaikan diri dengan cara pernafasan tersebut, gejala-gejala tersebut akan hilang.
Di samping itu, jagalah agar perban pelindung tersebut selalu dalam keadaan bersih. Jika banyak keluar dahak dari mulut trakea, gantilah perban 2 atau 3 kali sehari, dn cucilah perban-perban tersebut dengan bersih.
TANYA 3: Setelah operasi, makanan dan minuman yang saya telan sering seakan-akan terdorong sehingga masuk ke dalam hidung, terutama pada waktu menunduk.
JAWAB 3: Ini dikarenakn gerakan menelan menjadi lamban. Makanlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.
Waktu ditanya apakah terjadi perubahan pada waktu makan antara sebelum dan sesudah operasi, banyak penderita yang menjawab bahwa waktu yang diperlukan untuk makan menjadi lama, karena mereka mengalami kesulitan dalam menelan.
Baiklah, pertama-tama, marilah kita lihat proses penelanan sebelum operasi. Pada bagian atas tenggorokan terdapat klep yang menyumbat rongga hidung pada waktu kita makan atau minum, makanan dan minum. Karena itulah, meskipun kita berbicara pada waktu makan minum, makanan dan minuman tersebut tidak akan mengalir ke rongga hidung.
Kita lihat percobaan berikut ini. Seseorang yang sehat disuruh menelan asam sulfat barium (sejenis obat yang mengandung zat yang sulit ditembus oleh sinar X, yang biasa diberikan atau disuntikkan pada seseorang sebelum dirontgen). Jika dirontgen, maka akan terlihat bahwa udara di dalam rongga mulut langsung mengalir menuju rongga hidung dan terhembus keluar, sedangkan asam barium langsung masuk ke saluran pencernaan.
Pada seorang penderita yang baru menjalani operasi, barium yang ditelan mengalir perlahan ke ujung atas kerongkongan, menggumpal disana, dan kemudian mengalir perlahan menuju saluran pencernaan. Pada mereka yang telah menjalani operasi rekonstruksi saluran pencernaan, aliran tersebut semakin lambat. Gejala ini dapat teratasi dan proses penelanan akan menjadi lebih cepat setelah beberapa tahun setelah operasi.
Pada mereka yang baru menjalani operasi, karena makanan mengalir dengan sangat perlahan, otot-otot yang berkontraksi pada bagian atas kerongkongan untuk menyumbat rongga hidung. Terutama jika anda makan/minum dengan cepat atau banyak sekaligus, kemungkinan besar terjadi gejala ini.
Gejala ini lebih sering terjadi jika dilakukan operasi sehingga saluran percernaan menyempit. Untuk menghindari terjadinya gejala ini, makanlah/minumlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.
TANYA 4: Apakah yang harus saya lakukan jika saya sedang bepergian dan tiba-tiba jatuh sakit?
JAWAB 4: Siapkan sebelumnya kartu pengobatan darurat. Pada waktu bepergian, adakalanya kita jatuh sakit mendadak, dan petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) akan menolong kita, misalnya dengan menyiramkan air ke badan kita, supaya kita siuman dari pingsan. Kalau saja air tersebut kebetulan masuk ke dalam mulut trakea, maka akan tamat langsung riwayat kita.
Karena itu, sediakanlah sebelumnya selembar kartu yang berisi: “SAYA TIDAK DAPAT BERBICARA KARENA TELAH KEHILANGAN TENGGOROKAN. KALAU HENDAK MENOLONG SAYA DENGAN TABUNG OKSIGEN, SINGKAPLAH PERBAN PELINDUNG PADA MUKA LEHER SAYA DAN POMPAKANLAH OKSIGEN KE DALAM MULUT TRAKEA”. kemudian jangan lupa mencamtumkan NAMA, ALAMAT dan NOMOR TELEPON, serta nama orang yang harus dihubungi dalam keadaan darurat. Pasanglah kartu itu pada dada anda, seperti memakai kalung.
TANYA 5: Adakalanya keluar batuk dari mulut trakea di muka leher, dan bentuknya tidak berhenti-henti. Setelah itu, saya selalu mengalami kesulitan dalam bernafas.
JAWAB 5: Perhatikanlah bentuk mulut trakea anda.
Pada umumnya mulut trakea berbentuk bulat atau lonjong, sehingga meskipun batuk, kedua sisi kiri kanan trakea melengket dan menyebabkan udara sulit terhirup. Inilah sebabnya mengapa anda mengalami kesulitan bernafas.
Untuk mengatasinya. Tekanlah kedua sisi mulut trakea dengan ibu jari dan telunjuk dan bersinkanlah dahak dengan tangan yang lain. Dan jika ini sering terjadi dan anda rasa sangat terganggu, jalanilah operasi untuk memperlebar mulut trakea.
TANYA 6: Apakah olah raga harus dikurangi setelah menjalani operasi?
KASUS: Saya berusia 70 tahun dan baru saja menjalani operasi, berapa lama saya boleh berolah raga setiap hari?
JAWAB 6: Berolah ragalah seperti orang-orang sehat lainnya. Kita yang hidup pada jaman modern ini biasanya jarang olah raga. Kalau bepergian selalu naik kendaraan, dan kalau ke pusat perbelanjaan selalu memakai lift.
Akhir-akhir ini di negara-negara Eropa dan AS sedang populer olah raga “walking” (jalan) dan jogging. Di Jepang pun olah raga ini mulai merakyat. Olah raga ini merupakan yang paling sederhana, namun sangat efektif untuk mencegah penyakit pada usia lanjut (proses penuaan).
Kalau kita kurang olah raga., tulang-tulangkita akan kurang kokoh dan menyebabkan rasa sakit pada persendian dan pinggang. Di samping itu, otot-otot juga akan menjadi kurang kuat, lemak menggumpal pada sekitar jantung dan menyebabkan penyakit darah tinggi dan diabetes.
Oleh karena itu, kita harus giat menggerakkan badan kita. Dan cara yang paling sederhana adalah dengan berjalan. Waktu berjalan, sertailah dengan gerakan jogging, dan berjalanlah dengan tegak, tegakkan punggung dan kencangkan bagian perut.
Pakailah alat pedometer untuk mengukur sejauh mana anda telah berjalan. Usahakanlah agar anda dapat berjalan sekurangnya 3 kali seminggu dan sejauh 10.000 langkah. Buatlah catatan prestasi anda setiap hari. Kalau anda sudah dapat berjalan jauh 7.000 langkah sehari, berarti anda sudah berolah raga dengan cukup baik.
TANYA 7: Saya bekerja pada suatu kantor dan saya berbicara dengan bantuan saluran pencernaan ini. Masalahnya adalah bahwa saya tidak ingin berbicara melalui telpon, karena tidak yakin kalau di lawan bicara saya itu dapat menangkap apa yang saya katakan
JAWAB 7: Melalui telpon, anda justru dapat berbicara lebih baik.
Marilah kita lihat dulu kasus orang yang hanya dapat berkomunikasi dengan kata-kata yang sangat sederhana.
Setelah operasi, si penderita tidak ingin bertemu dengan siapapun, karena dirinya memang tidak bisa berbicara, akibatnya, dia malah jadi penjaga rumah, dan dengan sendirinya, kalau ada telpon yang masuk, dialah yang harus menjawabnya.
Begitu telpon mendering, si penderita langsung jadi gugup, dan mungkin disadari (secara refleks) dia mengangkat gagang telpon. Nah, terdengarlah suara “Halo apakah ini 1234567? Dapatkah saya berbicara dengan saudara X?” dan sejenisnya. Yang menjawab telpon semakin gugup, demikian pula dengan yang menelepon. Akhirnya jadi sama-sama bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
Makanya, daripada menunggu telpon dari orang lain (dan mungkin orang lain itu adalah orang tidak anda kenal) sebaiknya anda sendiriyang mengambil inisiatif untuk menelpon sahabat dekat anda.
Persiapkanlah diri baik-baik, kemudian sahabat anda itu, berbicaralah dengan perlahan-lahan dan jelas. Sahabat anda yang mengetahui tentang operasi yang telah anda jalankan dan bahwa anda tidak dapat berbicara lagi itu, pasti akan sangat terkejut dan kagum dengan prestasi anda. Setelah anda selesai berbicara, sahabat anda itu akan memuji.
Dengan demikian, anda pasti akan memperoleh kepuasan batin dan semakin bersemangat untuk berlatih, dan juga samakin ingin menelpon sahabat-sahabat lainnya untuk memperdengarkan suara anda itu.
Pada waktu berbicara melalui telpon, tempelkanlah mulut pada gagang telpon. Dengan demikian, suara yang terdengar akan lebih keras dari suara anda yang sebenarnya. Dan dengan demikian, rasa takut terhadap pesawat telpon dapat dihilangkan sama sekali.
Pada waktu menelpon, peganglah gagang telpon dengan satu tangan dan peganglah perban pelindung dengan tangan satu lagi. Dengan demikian, bunyi terengah-engah dari mulut trakea tidak akan terdengar oleh lawan bicara anda. Dan dengan mendekatkan gagang telpon ke mulut, suara anda akan semakin terdengar jelas oleh si lawan bicara anda.
Pokoknya, janganlah takut berbicara melalui telepon. mulailah dengan menelepon sahabat -sahabat dekat. Setelah merasa cukup yakin dengan kemampuan diri anda, beranikanlah diri untuk menjawab telpon yang masuk.
Yang terpenting, anda tidak usah mengikuti tempo bicara si lawan bicara anda. Biarpun dia bernada tidak sabaran, anda jangan sampai gugup. Berbicaralah sesuai dengan kemampuan anda sendiri.
TANYA 8: Saya mengalami kesulitan waktu berbicara dengan orang yang baru di kenal
JAWAB 8: Berlatihlah untuk berbicara dengan santai, jangan tegang.
Pada mereka yang normal sekalipun, jika harus berbicara di hadapan orang yang baru dikenal atau orang yang berpangkat. Mereka juga akan tegang, sehingga tidak dapat menjawab atau hanya dapat mengungkapkan separuh dari apa yang hendak disampikannya.
Jadi, tidak heran jika anda merasa sulit untuk mengemukakan maksud anda di hadapan orang yang baru dikenal, meskipun anda telah cukup mahir berbicara. Pertama, karena anda gugup, dan karena gugup, seluruh badan anda menjadi tegang. Ini semua mempersulit anda untuk berbicara.
Saudara N dari GINREIKAI (Yayasan Tuna Laring Jepang) mengemukakan pengalamannya sebagai berikut:
“Suatu kali, saya berhadapan dengan seorang mitra dagang, dan akan membuat kontrak dengannya. Sebelum memulai pembicaraan, saya memberitahunya bahwa saya telah menjalani operasi dan telah kehilangan tenggorokan. Karena itu, sekarang ini saya berbicara dengan bantuan saluran pencernaan. Saya hanya dapa berbicara dengan perlahan-lahan. Jadi, olongklah bersabar mendengarkannya.”
Mitra dagang saya iu pada mulanya agak terkejut. Tetapi ia mendengarkan juga pembicaraan saya dengan sabar. Dan karena itulah, saya semakin merasa percaya diri dan dapat berbicara dengan baik. Akhirnya kontrak itu berhasil.
Apa yang dilakukannya sangat baik. Kejujurannya telah membuat lawan bicaranya menaruh horma dan simpati padanya. Pada waku anda harus berbicara dengan orang yang baru dikenal, pakailah cara yang diterapkan oleh saudara N di atas. Jangan gugup, berbicaralah sesuai dengan tempo anda sendiri. Jangan menjadi gugup hanya karena si lawan bicara anda menunjukkan sikap tidak sabaran. Jika anda terlanjur gugup, justru bicara anda akan menjadi terbata-bata, dan anda menjadi semakin gugup. Akibatnya, kata-kata anda menjadi tidak jelas dan tidak dapat dimengerti oleh lawan bicara anda.
TANYA 9: Bagaimana caranya untuk memakai perban pelindung leher supaya tidak terlihat dari luar?
JAWAB 9: Bersikaplah wajar. Anda dapat menutupnya dengan berbagai cara. Yang penting, jangan terlalu memikirkannya.
Setelah menjalani operasi, di muka lehar anda terdapat lubang mulut trakea, dan anda bernafas melalui lubang itu. Pada mulut lubang ini banyak tertimbun dahak, karena merupakan tempat di mana udara dihirup masuk dan dihembuskan. Karena itu, diperlukan perban pelindunguntuk menutupinya. Pada awalnya, karena belum terbiasa, dahak mengalir keluar tanpa disadari, dan mengotori sekitar mulut trakea. Dan untuk membuka perban pelindung dan membersihkannya di depan umum, pasti anda SEGAN. Karena itulah, waktu bepergian, sediakanlah perban cadangan, dan begitu merasa ada dahak sedang keluar dan melekat pada perban pelindung, anda dapat langsung permisi ke belakang untuk menggantinya, dan dapat segera kembali ke tempat. Setelah terbiasa, anda tidak akan merasa terganggu lagi oleh keluarnya dahak tersebut.
Dan agar perban pelindung tidak terlihat darri luar, pakailah kain warna kulit untuk menutupi perban itu. Karena perban yang berwarna putih sangat menyolok.
Pada Kongres International di Tokyo pada tahun 1982, saya melihat banyak wanita yang memakai kalung sehingga mulut trakea tertutupi dengan baik.
Sebenarnya, terjadinya lubang mulut trakea adalah suatu hal wajar dan tidak dapat dihindari oleh merka yang telah menjalani operasi. Karena itu, anda seharusnya bersikap wajar dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang memalukan. Kalau kebetulan ada yang menanyakannya, beritahukan saja dengan jujur. Anda pasti tidak akan diperolok-olok. Disamping berusaha semaksimal mungkin, anda juga harus berlapang dada, menerima kenyataan dan terjun dengan aktif di masyarakat.
TANYA 10: Bagaimana caranya melindungi mulut trakea waktu mandi?
JAWAB 10: Pada waktu membasahi badan, sumbatlah lubang mulut trakea dengan jari, setelah sebelumnya menarik nafas dalam-dalam. Lakukanlah hal yang sama pada waktu hendak menyiram sabun di badan.
II. MASALAH-MASALAH DALAM PENANGANAN EFEK-EFEK SAMPING SETELAH OPERASI
TANYA 1: Mengapa lubang mulut trakea saya mengecil?
Kemarin saya pergi ke dokter. Dokter mengatakan bahwa lubang mulut trakea saya mengecil dan menganjurkan agar menjalani operasi sekali lagi.
JAWAB 1: Ini ada hubungan dengan kondisi tubuh dan hasil operasi.
Hal yang paling dikuatirkan setelah operasi adalah mengecilnya lubang mulut trakea, karena selama kehidupan anda selanjutnya, anda harus bernafas melaluinya. Jika lubang tersebut mengecil, anda akan mengalami kesulitan dalam bernafas, terlebih lagi lebih pada waktu anda flu, di mana sedikit saja dahak akan menyumbatnya.
penyebabnya ada 2, yaitu:
1. Keadaan kondisi tubuh
2. Hasil operasi
Mereka yang berbadan gemuk dan berleher pendek, serta mereka yang luka bekas operasinya menciut dan menyolok, cenderung mengalami mengecilnya lubang mulut trakea.
Penyebab lain adalah hasil operasi. Jika bagian tenggorokan yang dioperasi terlalu besar, maka kulit disekitar lubang mulut trakea tidak cukup. Akibatnya, kulit lehernya tertarik dan mengencang. inilah penyebab mengecilnya lubang tersebut. Sebaliknya, jika kulit pada sekitar lubang trakea tidak tertarik, maka mengecilnya lubang tersebut hampir-hampir tidak terjadi.
Untuk mereka yang mengalami mengecilnya lubang mulut trakea dianjurkan untuk memasang kanule plastik pada mulut trakea untuk mencegah penciutan lebih lanjut. Setelah kurang 1 tahun, lubang tersebut tidak akan menciut lagi.
Akan tetapi, jika lubang tersebut telah menciut lagi sampai sehalus pensil, mau tidak mau anda harus menjalani operasi untuk memperlebar lubang tersebut.
Tetapi umumnya, jika tidak dalam keadaan terpaksa, operasi semacam itu tidak dilakukan dalam setahun setelah operasi pembuangan tenggorokan. Karena setelah operasi ulang dilakukan, ada kemungkinan lubang yang baru diperlebar menyempit lagi.
TANYA 2: Terlalu banyak cairn endoktrin yang keluar dari lubang mulut trakea.
Saya menjalani operasi 10 bulan yang lalu. Pada waktu saya tidak flu sekalipun, cairan endoktrin dan air liur banyak menggumpal pada mulut trakea. Kalau saya batuk, air mata dan ingus keluar sekaligus, dan ini sangat menggangu saya dalam latihan berbicara.
JAWAB 2:Tutuplah mulut trakea anda dengan perban pelindung.
Saya kira banyaknya air liur hanyalah gejala sementara setelah operasi.
Sebelum operasi, anda bernafas dengan hidung, sehingga udara disaring dan diatur suhu serta kelembabannya sebelum dialirkan ke paru-paru. Tetapi setelah operasi, udara dialirkan langsung dari mulut trakea, dan karena itu, bagian dalam trakea mengalami rangsangan yang cukup besar, sehingga menghasilkan endokrin yang berlebihan.
Untuk mengatasinya, pakailah perban pelindungrangkap 4 untuk melindungi leher, segera setelah operasi. Berhati-hatilah, terutama pada hari dingin dan hari-hari di mana kelembaban udara dangat rendah. Setelah beberapa saat, dengan sendirinya tubuh anda akan terbiasa dengannya. Dan pada umumnya, setelah operasi, dahak menjadi lebih banyak jika dibandingkan dengan sebelum operasi.
Selain itu, pada waktu latihan berbicara dengan bantuan saluran pencernaan, jika anda terlalu mencurahkan tenaga pada waktu menghirup dan nafas, anda akan terbatuk-batuk. Usahakan untuk menghirup sebanyak udara ke dalam salur4an pencernaan dan sedikit udara ke dalam trakea.
Dengan demikian, anda tidak akan lagi terbatuk-batuk keras.
TANYA 3: Saya kehilangan kemampuan indera penciuman, Bagaimana caranya untuk memulihkannya?
JAWAB 3: Setelah anda menguasai cara bersuara dengan bantuan saluran pencernaan, kemmpuan tersebut akan pulih kembali.
Hampir semua penderita kehilangan indera tersebut setelah operasi, karena hidung tidak lagi berfungsi sebagai tempat masuk dan keluarnya udara. Bukankah pada waktu anda flu (sebelum operasi sekalipun), hidung anda tersumbat dan indera penvium anda menjadi tidak peka? Di dalam hidung terdapat syaraf pencium, dan ketika udara terhirup, syaraf-syaraf tersebut bekerja. Karena itulah, setelah operasi, hidung yang tidak lagi menjalani fungsi sebagai alat pernafasan kehilangan pula fungsinya sebagai alat pencium.
Akan tetapi, setelah anda menguasai cara bersuara dengan bantuan saluran pencernaan, anda harus menghirup udara melalui hidung, dan karenanya, fungsi hidung pulih kembali, demikian pula dengan kemampuan dengan indera pencium. Dan cara melatihnya adalah dengan berkumur, setelah selang beberapa waktu, anda sudah dapat mengenal dan membedakan berbagai bau makanan lagi.
Adakalanya, syaraf-syaraf pencium menjadi pasif. Untuk menggerakkannya supaya berfungsi kembali, suntikkanlah 50 mg ADINAMIN ke dalam pembuluh vena. Kalau tercium bau bubuk beras giling, berarti syaraf-syaraf pencium bekerja dengan baik.
TANYA 4: Apa yang harus saya lakukan jika darah dan dahak mengalir keluar dari mulut trakea?
JAWAB 4: Lekaslah berobat ke dokter, dan jangan sekali-kali sok pintar mengobati sendiri.
Sebelum menjawab pertanyaan anda, saya akan menceritakan pengalaman seorang penderita yang mengalami gejala serupa.
Pasien tersebut laki-laki berusia 66 tahun, dan menjalani operasi 3 tahun yang lalu. Suatu kali dia kena flu dan panas badannya mencapai 38 serajat celcius. Dari mulut trakea-nya keluar darah bercampur dahak yang sangat kental. Dia tidak bisa tidur semalam suntuk karena mengalami kesulitan bernafas. Pada pagi hari berikutnya, dia ke dokter. Dan dari diagnosa dokter diketahui bahwa terjadi pendarahan pada trakeanya, dan darah tersebut menyumbat aliran udara dalam trakea. Setelah gumpalan darah tersebut dikeluarkan, dia dapat bernafas dengan baik kembali. Tetapi, pada sore hare itu juga, dia hampir pingsan karena sesak nafas, dan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah diinfus dan diberi bantuan pernafasan dengan tabung oksigen, kembali dari saluran pernafasannya dikeluarkan darah dalam jumlah yang cuku banyak. Dia baru merasa sehat kembali setelah menjalani perawatan selama 1 minggu.
Dari sini kita bisa mengetaui betapa gejala flu dapat membawa akibat fatal bagi si penderita. Selain itu menggumpalnya darah yang menyumbat trakea, pada waktu flu, daya tahan badan melemah. Saya pernah mendengar suatu kasusu di mana seorang pendertia mendadak menderita pendarahan parah pada cabang trakea pada waktu flu, dan karena pendarahan tersebut, saluran pernafasannya tersumbat dan si penderita yang bersangkutan meninggal mendadak.
Jika anda menderita flu, segeralah pergi ke dokter. Dokter akan memberikan kepada anda obat-obat seperti antibiotik, obat untuk menghilangkan dahak, dan obat untuk menghentikan pendarahan, serta obat anti infeksi. Di samping itu, dokter juga akan menolong pernafasan anda dengan bantuan zat-zat steroid hormon, antibiotik dan vasoconstrictor (zat untuk mempersempit pembuluh darah). Beristirahatlah dengan tenang sampai anda pulih kembali.
TANYA 5: Saya mendengar bahwa setelah operasi, lengan tidak bisa diangkat dan badan akan menjadi sangat lemah. Apakah ini ada hubungannya dengan operasi?
JAWAB 5: Untuk mencegah berjangkitnya kanker pada bagian tubuh lainnya, pada waktu operasi, dokter bedah ada kalanya memotong jaringan-jaringan pada bagian depan dan belakang otot-otot leher. Jika syaraf-syaraf motorik pada lengan ikut terluka, berarti anda akan sulit untuk menggerakkan lengan anda, berarti gejala ini memang ada hubungan dengan operasi.
Mengenai tubuh lemah tidak bertenaga, ini juga berhubungan dengan operasi. Karena setelah operasi, anda bernafas melalui mulut trakea yang terletak di muka leher. Sedangkan sebelum operasi, jika misalnya anda adu jotos, salah satu gerakan anda ialah menutup pita suara kuat-kuat agar udara tidak keluar. Namun setelah operasi, hal ini tidak dapat dilakukan lagi, Karena anda tidak menahan keluarnya udara dari mulut trakea, yang selalu dalam keadaan terbuka itu. Dan itulah sebabnya anda merasa tidak kuat waktu hendak mengangkat barang yang berat. Selain itu, ada pasien yang mengeluh karena badan merasa sama sekali tidak bertenaga, sehingga mengalami kesulitan terutama pada waktu sembelit.
Ada yang menganjurkan untuk menyumpat mulut trakea pada waktu hendak mengeluarkan tenaga besar.
Pernah sekali saya sangat terkejut mendengar seorang tukang kebun yang mengatakan bahwa setelah operasi sekalipun. Ia masih dapat mendorong gerobak yang muatannya sekitar 600 kg.
Saya penah bertanya tentang hal ini kepada 15 orang penderita. Dan di antara mereka, 12 orang mengalami gejala hilangnya tenaga ini. Penderita yang tidak mengalami gejala ini adalah mereka yang terbiasa memakai tenaga. Belum lama ini, saya pergi keluar negeri bersama beberapa orang yang telah menjalani operasi. Di antara mereka ada yang malah dapat mengangkat koper yang berat tanpa bersusah payah. Saya kira asal mau berlatih tenaga anda akan pulih kembali.
TANYA 6 : Setelah operasi, bagian di sekitar dagu saya terasa bebal. Apakah ini bisa dihilangkan?
JAWAB 6 : Rasa bebal ini akan hilang setelah 1 – 2 tahun. Pada waktu operasi, pertama-tama bagian muka leher dipotong, kemudian beberapa batang otot di dalamnya dipotong, tulang rawan dikeluaran, dan organ tenggorokan dipotong dan dikuarkan. Dengan sendirinya, pada operasi tersebut beberapa batang pembuluh darah dan syaraf ikut terpotong atau terluka.
Akibatnya, setelah luka operasi sembuh sekalipun, badian ini masih terasa bebal jika dipegang. Selain itu, jika anda kena radiasi cobalt dalam jumlah yang besar, dan jika anda seorang laki-laki, pada sekitar dagu anda tidak akan tumbuh kumis lagi, karena akarnya di dalam kulit jangat rusak. Selain itu, pembuluh darah kapiler dan ujung syaraf pun akan ikut terpotong. Namun setelah kira-kira 1 atau 2 tahun, akar rambut pembuluh darah dan ujung syaraf akan tumbuh kembali, dan rasa bebal tersebut akan hilang.
TANYA 7 : Apakah rasa bebal dari bagian pundak sampai dada akan hilang?
Saya menderita kanker tenggorokan, dan pernah menjalankan 13 kali pengobatan dengan sinar radiasi serta operasi pembuangan tenggorokan. Sejak itu, bagian dari pundak sampai dada saya terasa bebal. Apakah rasa bebal ini akan hilang suatu hari?
JAWAB 7 : Kanker tenggorokan pada umumnya bersifat ganas, dan mungkin akan menyebar ke bagian kelenjar limpa, setelah tenggorokan yang terjangkit kanker dipotong melalui operasi. Untuk mencegah kemungkinan ini, maka pada waktu operasi, banyak urat serta ujung syaraf yang ikut terpotong ataupun terlukai. Itulah sebabnya, setelah operasi, bagian pundak sampai dada terasa bebal. Dan pada hari dingin, bagian ini mungkin malah terasa sakit.
Namun, setelah berselang 2 sampai 3 tahun, ujung-ujung syaraf yang terpotong akan mengalami regenerasi, dan rasa bebal dan sakit tersebut akan hilang sedikit demi sedikit.
TANYA 8 : Apakah rasa sakit pada bekas luka pada bagian pundak dapat disembuhkan?
Saya menjalani operasi 7 tahun yang lalu, dan sampai sekarang pun bekas luka pada pundak terasa sakit, seperti kulitnya ditarik kencang. Apakah ini dapat disembuhkan?
JAWAB 8 : Rasa sakit tersebut akan berkurang lambat laun. Pada umumnya bekas luka pada pundak tidak akan menyebabkan rasa sakit, jika anda hanya menjalani operasi biasa. Mungkin anda juga menjalani pengobatan dengan sinar radiasi. Dan karena itu, bekas luka pada bagian bawah dagu anda tidak segera pulih. Mungkin sebaiknya anda menjalani operasi pencangkokan kulit setelah beberapa bulan setelah operasi. Jika rasa sakit tersebut memang disebabkan oleh sinar radiasi, dengan sendirinya anda juga akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan lengan anda.
Meskipun demikian, janganlah anda terlalu merisaukan rasa sakit itu. Bagian organ tubuh yang membahayakan sudah dipotong melalui operasi, dan anda sedang dalam masa rehabilitasi. Masa rehabilitasi ini lamanya tergantung pada masing-masing pasien. Dan setelah itu, mungkin cara-cara pengobatan lain seperti tusuk jarum dll lebih manjur daripada obat. Apa salahnya kalau anda mencobanya.
Tag: darmono, darmonomalang, east java, indonesia, laryngectomees, malang, TANYA JAWAB & MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI LARYNGEC, tips & triks, tuna laring
April 11, 2009 pukul 7:00 am
trimakasih,sy td membaca tanya jawab,yng kehilangan indra penciuman krn sy jg kehilangan indra penciuman.tepatnya maret 2008(setzahun yang lalu) sy kecelakaan motor & pendarahan otak,otak bagian kanan atas & sejak saat itu saya tidak bs mencium bau sama skali, idra pengecap sy jg terganggu.ketika sy kontol ke dokter sy tidak diberi suntikan ADINAMIN & tidak pernah disuntik ketika masih kontrol.spy penciuman sy pulih,apa sy harus ke dokter untuk minta disuntik ADINAMIN ataukah ada cr lain utk mengobatinya? trimakasih sebelumnya.
April 11, 2009 pukul 7:02 am
trimakasih,sy td membaca tanya jawab,yng kehilangan indra penciuman krn sy jg kehilangan indra penciuman.tepatnya maret 2008(setahun yang lalu) sy kecelakaan motor & pendarahan otak,otak bagian kanan atas & sejak saat itu saya tidak bs mencium bau sama skali, idra pengecap sy jg terganggu.ketika sy kontrol ke dokter sy tidak diberi suntikan ADINAMIN & tidak pernah disuntik ketika masih kontrol.spy penciuman sy pulih,apa sy harus ke dokter untuk minta disuntik ADINAMIN ataukah ada cr lain utk mengobatinya? trimakasih sebelumnya.